Kellner Simora Internasional

News

Migrasi ke Cloud Tidak Otomatis Membuat Sistem Aman

Semakin banyak perusahaan global maupun pelaku bisnis di Indonesia yang memindahkan sistem operasional mereka ke layanan berbasis cloud seperti AWS, Oracle, Microsoft Azure atau Google Cloud. Sekilas, langkah ini terasa seperti solusi lengkap dengan peluang untuk lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman. Namun secara realita sistem layanan cloud tidak sesederhana itu.

Kesalahpahaman paling umum yang beredar di kalangan pelaku bisnis adalah anggapan bahwa setelah pindah ke cloud, keamanan sudah otomatis terjaga. Artikel ini menjelaskan tentang asumsi tersebut, bagaimana ancaman siber menjadi sangat intense dan pentingnya tata kelola keamanan cloud yang mengacu pada ISO/IEC 27017.

Kondisi Keamanan Cloud Saat Ini

Ancaman siber di tahun 2026 bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih terarah dibandingkan sebelumnya. Para pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk melancarkan serangan secara otomatis, menemukan celah keamanan di sistem cloud, serta menyalahgunakan pengaturan API yang tidak dikonfigurasi dengan benar. Mereka juga mampu bergerak dari satu platform cloud ke platform lain yang saling terhubung, tanpa terdeteksi.

Kelompok ransomware yang mengunci atau mencuri data lalu meminta perusahaan sejumlah uang cukup besar, kini secara khusus membidik data cadangan dan sistem kerja berbasis cloud. Selain itu, serangan melalui pihak ketiga juga terjadi, di mana penyerang memanfaatkan celah dari vendor atau aplikasi eksternal yang terintegrasi dalam sistem perusahaan.

Survei global tahun 2026 mencatat bahwa 94% perusahaan kini mengoperasikan infrastruktur multi-cloud atau hybrid cloud, di mana 81% di antaranya menggunakan lebih dari satu penyedia cloud sekaligus. Artinya, satu perusahaan bisa menggunakan AWS untuk satu sistem dan Azure untuk sistem lain. Masing-masing platform punya aturan keamanan berbeda dan celah keamanan bisa muncul dimana saja. Sehingga cloud security di Indonesia juga perlu adanya kesadaran akan risiko dalam menanggulangi terjadinya ransomware.

Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Keamanan Data Kita?

Ini adalah inti dari masalahnya. Penyedia cloud bertanggung jawab menjaga infrastruktur fisik mereka seperti server, jaringan, dan gedung data center. Tapi keamanan data kita, siapa yang boleh mengakses sistem, dan bagaimana konfigurasi diatur? Itu sepenuhnya tanggung jawab organisasi kita sendiri.

Analogi yang mudah dipahami:

Penyedia cloud itu seperti pengelola gedung apartemen. Mereka menjaga keamanan gedungnya. Tapi kunci pintu unit kita, siapa yang boleh masuk, dan apa yang tersimpan di dalam, maka itu urusan kita. Berdasarkan sumber IBM tentang Cloud Security Evolution, 99% kegagalan keamanan cloud hingga 2025 adalah kesalahan dari sisi pengguna, bukan penyedia layanan.

Mengapa bisa begitu? Salah satu contohnya seperti penyimpanan data pengguna cloud yang dibiarkan terbuka untuk publik dan bukan privacy, konfigurasi yang tidak tepat, hak akses atas file dan dokumen yang terlalu banyak, tidak mengaktifkan multi-factor authentication (MFA) serta kurangnya awareness dalam pemantauan sistem.

ISO/IEC 27017 Menjadi Standar Keamanan yang Menjawab Tantangan Cloud Modern

Apa Itu Standar ISO/IEC 27017 dan Siapa yang Membutuhkannya?

Semakin banyak organisasi yang menawarkan layanan berbasis cloud, sehingga kita perlu mengetahui bukti bahwa data kita yang disimpan pada infrastruktur cloud dikelola secara aman. ISO/IEC 27017 merupakan standar internasional yang menyediakan pedoman khusus untuk melindungi infrastruktur cloud serta meminimalisir potensi terjadinya insiden keamanan informasi.

Standar keamanan cloud ISO/IEC 27017 mencakup berbagai aspek penting, antara lain:

  • Siapa yang memiliki aset di dalam lingkungan cloud
  • Apa saja rencana pemulihan jika penyedia layanan cloud (Cloud Service Provider/CSP) menghentikan operasional atau dibubarkan
  • Dimana dan bagaimana prosedur pembuangan aset yang mengandung informasi sensitif
  • Bagaimana proses pemisahan (segregation) dan penyimpanan data yang aman

Setiap perusahaan yang menyediakan layanan berbasis cloud dapat memperoleh manfaat setelah menerapkan sertifikasi ISO/IEC 27017. Mulai dari penyedia layanan email, platform manajemen dokumen, hingga aplikasi dan berbagai solusi berbasis cloud lainnya. Sertifikasi ini menunjukkan kepada pelanggan bahwa perusahaan telah menerapkan standar keamanan layanan cloud yang berstandarisasi Internasional dengan proses ketat serta memiliki mekanisme yang memadai untuk mengelola berbagai risiko dan kondisi yang tidak terduga. Selain dapat memperkuat perlindungan data sesuai standar global, sertifikasi ISO/IEC 27017 juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan stakeholder serta menunjukkan kepatuhan terhadap persyaratan keamanan dan peraturan.

Berikut merupakan penerapan dan sertifikasi ISO/IEC 27017 memberikan berbagai manfaat bagi bisnis, di antaranya:

1.    Mengurangi Risiko Operasional

Adanya pedoman ISO/IEC 27017 bermanfaat untuk identifikasi kerentanan secara lebih efektif, selain itu berperan dalam penerapan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kebocoran data, gangguan layanan serta potensi sanksi yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.

2.    Meningkatkan Kepercayaan Bisnis

Penilaian independen oleh pihak ketiga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik keamanan informasi sesuai standar Internasional. Sehingga kepercayaan dari pelanggan, mitra bisnis, maupun investor akan meningkat, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi sebagai mitra yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

3.    Memperjelas Peran dan Tanggung Jawab

ISO/IEC 27017 menjelaskan secara rinci apa saja hubungan, hak, peran serta tanggung jawab antara pelanggan dan penyedia layanan cloud. Dengan adanya kejelasan ini, akan sangat membantu perusahaan dalam memberikan layanan cloud yang lebih transparan, memberikan kualitas yang bagus untuk tata kelola data pelanggan serta memperkuat perusahaan dalam bersaing di dunia global.

Baca juga : Risiko Keamanan Siber Meningkat di 2025–2026: Apa Artinya bagi Organisasi Anda

Kesimpulan

Migrasi ke cloud adalah langkah yang tepat. Namun keamanan tidak datang secara otomatis hanya karena kita sudah pindah ke platform cloud. Data yang  disimpan, aplikasi yang dijalankan, dan layanan yang diberikan kepada pelanggan semuanya bergantung pada pemeliharaan keamanan yang kuat.

Sehingga jangan menunggu hingga terjadi breach, kendalikan tanggung jawab keamanan cloud kita, terapkan perlindungan yang tepat, dan pastikan organisasi dapat dengan percaya diri memanfaatkan infrastruktur cloud dengan aman. Di sinilah ISO 27017 berperan, bukan sebagai formalitas dokumen, melainkan sebagai kerangka yang memastikan keamanan dikelola secara terstruktur, teraudit, dan berkesinambungan.

Kellner Simora International adalah jasa konsultasi ISO (International Organization for Standardization) yang siap mendampingi organisasi Anda dalam setiap tahap mulai dari gap analysis, penyusunan ISMS, hingga audit kesiapan untuk memastikan keamanan cloud Anda bukan sekadar asumsi, melainkan jaminan yang terstandarisasi Internasional.

Referensi

  1. EC-Council University (2025). The Future Trends in Cloud Security Architecture 2025. https://www.eccu.edu/blog/the-future-trends-in-cloud-security-architecture/
  2. CompareCheapSSL (2025). Cloud Security Statistics 2025–26: Trends, Threats & Breach Insights. https://comparecheapssl.com/cloud-security-statistics-threat-trends-breach-data-industry-insights/
  3. Fidelis Security (2025). Cloud Misconfiguration: The #1 Cause of Data Breaches 2025. https://fidelissecurity.com/threatgeek/threat-detection-response/cloud-misconfigurations-causing-data-breaches/
  4. Quantumrun Foresight (2026). Cloud Computing Industry Statistics. https://www.quantumrun.com/consulting/cloud-computing-industry-statistics/
  5. DeepStrike (2026). Cloud Security Compliance in 2026: Controls and Evidence for ISO 27001. https://deepstrike.io/blog/cloud-security-compliance-2025-guide
  6. IBM(2026). Cloud Security Evolution: Years of progress and challenges. https://www.ibm.com/think/insights/cloud-security-evolution-progress-and-challenges?ref=kodekloud.com

Get a Quote

Get A Quote